Siapa Penulis gospels
siapa penulis gospels: apakah penulis-penulis gospel ini diketahui sejak gospel tersebut ditulis atau hanya dugaan saja atau hanya angan-angan semata? atau boleh jadi hanya khayalan saja?
BIBLOSKRITIK TEKS
2 min read


Source: Robert W. Funk, The Five Gospels: What Did Jesus Really Say? The Search for the Authentic Words of Jesus, P.20
Semua Gospels pada awalnya beredar tanpa nama penulis (anonim).
Nama-nama yang dianggap berwibawa seperti Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes baru kemudian ditetapkan oleh tokoh-tokoh yang tidak dikenal dalam gereja awal.
Dalam kebanyakan kasus, nama-nama tersebut merupakan dugaan atau boleh jadi hasil dari angan-angan semata (pious wishes).
GOSPEL Markus
Gospel Markus diatribusikan kepada Yohanes Markus, seorang rekan Paulus (Kisah Para Rasul 12:12, 25; 13:5; 15:36–41; Filemon 24; Kolose 4:10; 2 Timotius 4:11), sepupu Barnabas (Kolose 4:10), dan mungkin juga seorang rekan Petrus (1Petrus 5:13). Usulan atribusi ini pertama kali dikemukakan oleh Papias (sekitar tahun 130 M), sebagaimana dilaporkan oleh Eusebius (d. 325 M), keduanya adalah penulis Kristen kuno. Dalam hal ini, sebagaimana juga dalam persoalan-persoalan lainnya, Papias tidak dapat diandalkan, karena ia lebih tertarik pada jaminan seorang saksi mata daripada pada proses lisan yang sebenarnya melahirkan Injil Markus.
GOSPEL Matius
Sekali lagi, Papias, sebagaimana dilaporkan oleh Eusebius, yang menyebut Matius (Matius 10:3) sebagai penulis Gospel ini pertama kali. Matius mungkin memiliki nama lain, yaitu Lewi, nama yang diberikan kepada pemungut cukai dalam Markus 2:14 dan Lukas 5:27, tetapi dalam bagian paralel, yaitu Matius 9:9, ia disebut Matius. Perbedaan nama ini tidak dapat dijelaskan secara pasti. Pernyataan Papias bahwa Gospel Matius kanonik disusun dalam bahasa Ibrani jelas tidak benar; Gospel Matius disusun dalam bahasa Yunani dan bergantung pada sumber Q dan Gospel Markus, yang juga ditulis dalam bahasa Yunani oleh penulis-penulis yang tidak diketahui identitasnya.
GOSPEL Lukas
Tradisi yang menyatakan bahwa Lukas sang tabib dan rekan Paulus adalah penulis Lukas–Kisah Para Rasul berasal dari abad ke-2 M. Lukas yang dimaksud disebutkan dalam Kolose 4:14; Filemon 24; dan 2 Timotius 4:11, di mana ia diidentifikasi sebagai seorang tabib. Namun, tidak mungkin bahwa penulis Lukas–Kisah Para Rasul adalah seorang tabib; dan diragukan pula bahwa ia merupakan rekan Paulus. Seperti atribusi-atribusi lainnya, atribusi ini juga bersifat khayalan (Fanciful).
GOSPEL Yohannes
Gospel Keempat disusun oleh seorang penulis anonim pada dekade terakhir abad pertama. Sekitar tahun 180 M, Irenaeus melaporkan sebuah tradisi yang mengaitkan kitab ini dengan Yohanes, anak Zebedeus, sementara pihak lain mengaitkannya dengan Yohanes sang penatua yang tinggal di Efesus, dan yang lain lagi dengan murid yang dikasihi (Yohanes 13:23–25; 19:25–27; 20:2–10; 21:7, 20–23). Gospel Keempat pernah ditentang sebagai ajaran sesat dalam gereja mula-mula, dan tidak mengenal satu pun kisah yang berkaitan dengan Yohanes, anak Zebedeus. Menurut penilaian banyak sarjana, Gospel ini dihasilkan oleh sebuah “sekolah” dari murid-murid, kemungkinan besar di wilayah Siria.
Source: Robert W. Funk, The Five Gospels: What Did Jesus Really Say? The Search for the Authentic Words of Jesus, P.20
Menurut catholicidentity.bne.catholic.edu.au:
Penulis Gospel Markus tidak diketahui (unknown), dan penulis Gospel Matius dan Lukas juga tidak pasti (is also uncertain), dan juga penulis Gospel Yohannes masih menjadi sebuah misteri (remains a mystery).
Source: Website Catholicidentity
© 2026 golgotanews.org All rights reserved.
