Kritik Teks Yohannes 7:53 8:11
Analisis kritik teks Yohanes 7:53–8:11 berdasarkan naskah kuno P66, P75, Sinaiticus, Vaticanus, dan Codex Bezae. Mengapa bagian ini tidak ada di naskah tertua?
KRITIK TEKS
admin
9/1/20262 min read


"Digital capture Papirus 66 (P⁶⁶), naskah Gospel abad ke-2/3 M. Teks Yunani ditulis dalam satu kolom, huruf kapital tanpa spasi (scriptio continua). Perhatikan pada baris kedua: frasa akhir Yohanes 7:52 (ΟΥΚ ΕΓΙΡΕΤΑΙ, dibaca: ouk egeiretai) langsung menyambung dengan frasa awal Yohanes 8:12 (ΠΑΛΙΝ, dibaca: palin) —membuktikan secara visual bahwa Yohanes 7:53–8:11 tidak termuat dalam naskah ini."


Keterangan: Papirus 75 awal abad ke-3. Teks Yohanes 7:52 langsung disambung dengan 8:12. Bagian 7:53–8:11 tidak ada. Naskah disimpan di Perpustakaan Vatikan.
Garis Merah: Teks Yunani: ἐραύνησον καὶ … …τι (Eraunēson kai … …ti) Yoh 7:52
Garis Merah Selanjutnya : Teks Yunani: ἐκ τῆς γαλιλα… … …ε (Ek tēs Galila… … …e) Yoh 7:52
Garis Merah dan Biru : Teks Yunani : Γειρεται πᾶ … … … (Geiretai, Akhir Yoh 7:52) dan (Pa … … .. Awal Yoh 8:12)
Garis Biru Selanjutnya: Teks Yunani: ΙΣ λεγων εγω ειμι (Yesus legōn egō eimi) Yoh 8:12 “…go eimi rusak.




Keterangan: Codex Sinaiticus Naskah lengkap abad ke-4. Teks Yohanes 7:52 lanjut langsung ke 8:12. Tidak memuat kisah wanita yang tertangkap berzina. Disimpan di British Library, London.
Keterangan: Codex Vaticanus Naskah rujukan teks Yunani kuno, sekitar tahun 350 M. Teks 7:52 langsung ke 8:12 tanpa 7:53–8:11. Penyalin memberi tanda pemisah di tempat ini. Disimpan di Perpustakaan Vatikan.




Keterangan: Codex Bezae Naskah Yunani tertua yang memuat Yohanes 7:53–8:11, dari akhir abad ke-4 / awal abad ke-5. Ini muncul sekitar 300 tahun setelah Injil Yohanes ditulis. Disimpan di Universitas Cambridge.
Bagian Yohanes 7:53–8:11 — yang dikenal sebagai Perikopa Wanita Berzina — adalah salah satu bagian paling terkenal sekaligus paling diperdebatkan dalam Bible. Melalui pendekatan kritik teks dan pemeriksaan naskah kuno seperti P66, P75, Codex Sinaiticus, Codex Vaticanus, dan Codex Bezae, kita dapat melacak asal-usul teks ini dan memahami mengapa para pakar tekstual menyimpulkan bahwa bagian ini bukanlah bagian asli dari Injil Yohanes.
